Sadarkah, bahwa yang mencintaimu
akan memberikan apa yang kamu inginkan?
+_+
Kurasa setiap orang punya cara
untuk mencintai. Cara khas mereka sendiri yang mereka buat sedemikian rupa agar
mereka yang dicintai mampu untuk merasakan cinta yang diberikan kepadanya.
Banyak dari mereka yang mengatakan secara langsung tentang apa yang mereka
rasakan, tetapi kebanyakan dari mereka juga memilih untuk membiarkan rasa itu
terpendam dalam hati yang paling dalam.
Aku memilih yang kedua. Mencintai
dia dalam diamku. Bukan karena aku wanita lalu aku menunggu untuk dicintai dan
tidak mengungkap siapa yang aku cintai, tetapi karena aku menikmati setiap
waktu yang telah kulewati dengan menjadi seperti ini. Bagiku, banyak hal yang
akan terjadi ketika seperti ini. Rahasia-rahasia kecil yang mengejutkan.
Kubilang mengejutkan karena tak sepenuhnya menyenangkan tapi juga tak selalu
mengecewakan.
Dia adalah sosok yang hadir tak
terduga. Tetapi dalam hitungan minggu, aku mampu untuk menyayanginya. Lalu
akhirnya aku mencintainya. Aku tak bisa menjelaskan kenapa karena aku memang
tak tahu. Aku hanya bisa mengatakan bahwa apa yang ada dalam dirinya adalah hal
yang menarik. Semuanya, terlebih senyumannya. Ketika orang mengatakan bahwa
cinta tak butuh alasan, lalu ini apa? Meski aku tak tahu alasan yang pasti,
tapi aku tahu bahwa satu alasannya adalah dia. Iya, dia yang aku cintai.
Dia bukan orang yang istimewa.
Menurutku, dia adalah sosok cowok yang selalu bertingkah sesuka hati, manja,
gila, narsis, gak mau kalah sama yang lain, nggak punya perasaan, fanatik terhadap sesuatu yang udah lama dia tekuni sampe-sampe bisa lupa waktu kalo udah ada kegiatan, tapi dia baik hati, dia suka membantu, dia pintar, ramah, meski sering
semena-mena. Dia adalah sosok makhluk Tuhan yang biasa. Sangat biasa saja. Tapi
bagiku, dia menarik. Atas apa yang menjadi kekurangannya dan kelebihannya.
Manusia memang tak ada yang sempurna, tetapi dia tampak begitu nyata di mataku,
di hatiku.
Ketika aku memilih rasa cinta
sebagai rasa yang ada untuknya, aku sempat ragu. Kalau ini cinta, kenapa harus
hadir dalam waktu sesingkat ini? Kenapa harus dia, sosok yang baru saja masuk
dalam hidupku? Kenapa harus ada alasan yang kujelaskan bahwa aku mencintai
dirinya karena dirinya? Kenapa perasaan ini begitu menyenangkan dan
mengecewakan? Kenapa harus membuatku menjadi sosok yang munafik? Kenapa...
Kenapa... Terlalu banyak kenapa. Padahal aku tak mendapatkan satu jawabanpun.
Tapi jika ini adalah rasa suka
atau sekedar kagum, apa yang aku sukai dan kagumi dari dirinya? Tak ada. Sudah
kukatakan bahwa dia adalah sosok yang biasa, tak ada bagian dalam dirinya yang
patut untuk dibanggakan meskipun aku akui bahwa dia menarik. Aku tak punya
alasan untuk mengatakan bahwa ini hanya suka atau kagum, tak ada alasannya.
Sayang? Apa ini sayangku sebagai teman? Tapi ini berbeda dengan sayang yang
kuberikan pada teman-temanku dan sahabatku. Perasaan ini lebih dari itu. Tak
ada kecewa ketika kita menyayangi. Tak ada deg-degan dan lonjakan jantung
berlebih ketika ini hanya rasa sayang, aku sedikit tahu itu. Dan akhirnya, aku
memang memilih cinta. Cinta yang absurd. Entahlah.
Tapi terkadang, aku sering merasa
takut. Ketakutan yang begitu dalam. Apa aku benar-benar mencintai dirinya? Ya,
aku setia dengan menjadi seperti ini. Bukannya aku tak menginginkan dirinya,
hanya saja keinginan itu tidak terlalu besar. Tidak seperti kebanyakan orang
yang begitu menginginkan cinta itu secepatnya tergenggam. Aku justru selalu
menikmati semua ini. Terkadang, aku sudah siap untuk kehilangannya meskipun
terkadang juga aku takut untuk tak melihatnya.
Aku mencintainya. Mencintainya
dalam diamku. Dan akan begitu hingga aku tak mampu. Entahlah...
♥ - EL- ♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar