Sabtu, 19 Mei 2012

It’s All About You, Dear :)


Sadarkah, bahwa yang mencintaimu akan memberikan apa yang kamu inginkan?

+_+

Kurasa setiap orang punya cara untuk mencintai. Cara khas mereka sendiri yang mereka buat sedemikian rupa agar mereka yang dicintai mampu untuk merasakan cinta yang diberikan kepadanya. Banyak dari mereka yang mengatakan secara langsung tentang apa yang mereka rasakan, tetapi kebanyakan dari mereka juga memilih untuk membiarkan rasa itu terpendam dalam hati yang paling dalam.


Aku memilih yang kedua. Mencintai dia dalam diamku. Bukan karena aku wanita lalu aku menunggu untuk dicintai dan tidak mengungkap siapa yang aku cintai, tetapi karena aku menikmati setiap waktu yang telah kulewati dengan menjadi seperti ini. Bagiku, banyak hal yang akan terjadi ketika seperti ini. Rahasia-rahasia kecil yang mengejutkan. Kubilang mengejutkan karena tak sepenuhnya menyenangkan tapi juga tak selalu mengecewakan.

Dia adalah sosok yang hadir tak terduga. Tetapi dalam hitungan minggu, aku mampu untuk menyayanginya. Lalu akhirnya aku mencintainya. Aku tak bisa menjelaskan kenapa karena aku memang tak tahu. Aku hanya bisa mengatakan bahwa apa yang ada dalam dirinya adalah hal yang menarik. Semuanya, terlebih senyumannya. Ketika orang mengatakan bahwa cinta tak butuh alasan, lalu ini apa? Meski aku tak tahu alasan yang pasti, tapi aku tahu bahwa satu alasannya adalah dia. Iya, dia yang aku cintai.

Dia bukan orang yang istimewa. Menurutku, dia adalah sosok cowok yang selalu bertingkah sesuka hati, manja, gila, narsis, gak mau kalah sama yang lain, nggak punya perasaan, fanatik terhadap sesuatu yang udah lama dia tekuni sampe-sampe bisa lupa waktu kalo udah ada kegiatan, tapi dia baik hati, dia suka membantu, dia pintar, ramah, meski sering semena-mena. Dia adalah sosok makhluk Tuhan yang biasa. Sangat biasa saja. Tapi bagiku, dia menarik. Atas apa yang menjadi kekurangannya dan kelebihannya. Manusia memang tak ada yang sempurna, tetapi dia tampak begitu nyata di mataku, di hatiku.

Ketika aku memilih rasa cinta sebagai rasa yang ada untuknya, aku sempat ragu. Kalau ini cinta, kenapa harus hadir dalam waktu sesingkat ini? Kenapa harus dia, sosok yang baru saja masuk dalam hidupku? Kenapa harus ada alasan yang kujelaskan bahwa aku mencintai dirinya karena dirinya? Kenapa perasaan ini begitu menyenangkan dan mengecewakan? Kenapa harus membuatku menjadi sosok yang munafik? Kenapa... Kenapa... Terlalu banyak kenapa. Padahal aku tak mendapatkan satu jawabanpun.



Tapi jika ini adalah rasa suka atau sekedar kagum, apa yang aku sukai dan kagumi dari dirinya? Tak ada. Sudah kukatakan bahwa dia adalah sosok yang biasa, tak ada bagian dalam dirinya yang patut untuk dibanggakan meskipun aku akui bahwa dia menarik. Aku tak punya alasan untuk mengatakan bahwa ini hanya suka atau kagum, tak ada alasannya. Sayang? Apa ini sayangku sebagai teman? Tapi ini berbeda dengan sayang yang kuberikan pada teman-temanku dan sahabatku. Perasaan ini lebih dari itu. Tak ada kecewa ketika kita menyayangi. Tak ada deg-degan dan lonjakan jantung berlebih ketika ini hanya rasa sayang, aku sedikit tahu itu. Dan akhirnya, aku memang memilih cinta. Cinta yang absurd. Entahlah.

Tapi terkadang, aku sering merasa takut. Ketakutan yang begitu dalam. Apa aku benar-benar mencintai dirinya? Ya, aku setia dengan menjadi seperti ini. Bukannya aku tak menginginkan dirinya, hanya saja keinginan itu tidak terlalu besar. Tidak seperti kebanyakan orang yang begitu menginginkan cinta itu secepatnya tergenggam. Aku justru selalu menikmati semua ini. Terkadang, aku sudah siap untuk kehilangannya meskipun terkadang juga aku takut untuk tak melihatnya.

Aku mencintainya. Mencintainya dalam diamku. Dan akan begitu hingga aku tak mampu. Entahlah...


♥ - EL- ♥



Tidak ada komentar:

Posting Komentar